Aher dan Emil Saling Lempar Tanggung Jawab Pembubaran KKR

Islamnesia.com - Wali Kota Bandung Ridwan Kamil menyesalkan pembubaran acara Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) Natal di Gedung Sabuga, Bandung, kemarin (6/12).

Pria yang akrab disapa Emil itu menilai persoalan yang terjadi di Sabuga kemarin tidak terlepas dari miskoordinasi antara panitia dan pihak aparat dalam pengamanan kegiatan.
Ridwan sendiri menyatakan sedang berada di Jakarta saat proses koordinasi kegiatan tersebut. Dia pun kemudian mendisposisi koordinasi kepada Badan Kesbangpol sesuai urusan dan tugasnya.

Terlepas dari persoalan koordinasi, Ridwan menilai acara Kebaktian Natal yang digelar di Sabuga kemarin merupakan kegiatan tingkat provinsi.

"Kegiatan KKR ini adalah kegiatan level provinsi, karenanya surat rekomendasi kegiatan datang dari Kemenag Prov Jawa Barat," ujar Ridwan melalui tulisan di akun Facebook miliknya, Rabu (7/12).

Baca Juga:


Dalam proses koordinasi, kata Ridwan, panitia KKR menyepakati kegiatan ibadah di Sabuga hanya berlangsung siang hari, dan berhasil dilaksanakan pukul 13.00-16.00 WIB.

Ridwan menyesalkan miskoordinasi antara panitia dan pihak aparat dalam pengamanan ketika panitia berkeinginan untuk melaksanakan tambahan acara di malam hari, yang berbeda dengan surat kesepakatan.

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan sementara itu mengaku belum mendapat laporan detail mengenai pembubaran kebaktian itu. Menurutnya, informasi detail dan lengkap diketahui pihak terkait termasuk pemerintah Kota Bandung.

"Sebab secara langsung kami tidak terkait. Itu kan yang menangani Polresta Bandung, MUI Bandung. Kalau pemerintah hanya Kesbangpol, Wali Kota Bandung," ujar Aher, sapaan Ahmad, di Kompleks Istana Kepresidenan.

Aher sendiri berpendapat pembubaran acara KKR Natal di Sabuga kemarin bukan persoalan besar. "Itu kan kejadian kecil yang tidak mengganggu apa-apa saya kira," kata dia.

Baca Juga:


Ibadah bertajuk kebaktian kebangunan rohani (KKR) yang dipimpin Pendeta Stephen Tong terpaksa ditunda lantaran mendapat penolakan dari sejumlah organisasi masyarakat berbasis keagamaan.

Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat Komisaris Besar Yusri Yunus mengatakan, panitia KKR Natal tersebut tidak memiliki izin menggelar ibadah yang lengkap.

Yusri menuturkan kepolisian telah memediasi panitia KKR dan ormas yang melakukan protes di depan Sabuga. Setelah mediasi tersebut, kata Yusri, ibadah siang hari dapat diteruskan. Namun para pihak sepakat menunda agenda ibadah malam hari.
http://www.cnnindonesia.com/nasional/20161207142242-20-177970/aher-dan-emil-saling-lempar-tanggung-jawab-pembubaran-kkr/
loading...