Bikin Takjub, Kakek Nasrani Ini Puluhan Tahun Bantu Anak - anak Muslim Hafalkan Alquran

Islamnesia.com - Perbedaan agama seharusnya membawa perdamaian dan bukan konflik. Hal itu ditunjukkan oleh seorang pria Kristiani, Ayaad Shaker Hanna, yang mengajarkan anak-anak di Minya, Mesir, untuk belajar Alquran.

Hal itu sudah dilakoni Ayaad selama puluhan tahun.

Ayaad yang kini berusia 80 tahun mengajarkan anak-anak muslim di Minya mengaji dan menghafalkan Alquran. Sebagai seorang guru, Ayaad yang adalah penganut Kristen Koptik telah mengajarkan Alquran selama lebih dari 50 tahun.
Ayaad telah mempelajari Alquran sejak duduk di bangku SMP atas dorongan ayahnya.

Saat itulah Ayaad berpikir, "Kenapa kita tidak mempelajari dan menerapkan keduanya? Tidak ada yang salah dengan itu."

Dilansir Cairoscene, kisah Ayaad dimulai pada tahun 1948 saat seorang anak kecil di desa Minya datang kepadanya. Anak itu memiliki Alquran namun tidak memahaminya dan meminta Ayaad untuk mengajarinya.

Sejak saat itu, Ayaad pun mulai mengajari Alquran baik dari bahasa, konsep, cara menghafal dan cara membaca Alquran pada anak-anak

Ayaad mengatakan bahwa pada waktu itu tidak banyak orang yang tinggal di desa Minya, Mesir utara tempatnya tinggal. Hubungan antara warga yang beragama Muslim maupun Kristiani pun terjalin dengan harmonis. Sama sekali tak ada isu perbedaan agama di desa itu.

Baca Juga:
Bahkan salah satu muridnya, adalah anak-anak perempuan dari seorang cendekiawan Islam Ahmed El Gergawy, yang ditunjuk sebagai imam di desa tempatnya tinggal. Awalnya El Gergawy enggan dan ragu-ragu mempercayakan anaknya belajar Alquran pada Ayaad.

Namun seiring berjalannya waktu, anak perempuan El Gergawy berhasil menghafal Alquran. Atas keberhasilan Ayaad itu, El Gergawy membawakan salinan Alquran dari Makkah sebagai ucapan terima kasih

Hingga saat ini, setiap hari puluhan murid-murid akan berkumpul di rumah Ayaad untuk belajar Alquran. Dia dikenal sebagai guru besar atas pengabadiannya mengajar di desa tempatnya tinggal.

Sebagai seorang Kristen Koptik, Ayaad juga mengajar Alkitab bagi anak-anak Nasrani di desanya. Tentu, mengajar Alquran dan Alkitab dilakukannya pada kesempatan terpisah.

"Saya memiliki lebih dari 120 anak-anak di kelas saya: 70 sampai 80 Muslim, dan 30 sampai 40 orang Kristen. Kami telah tinggal di sini dengan cinta, " kata Ayaad kepada BBC Arab edisi 8 Okober 2016 seperti dilihat detikcom, Jumat (23/12/2016).

"Saya dibayar sekitar satu dolar, tapi saya lebih suka dibayar satu dolar dengan cinta daripada 100 dolar dengan amarah," lanjutnya

Dia mengaku para guru dan keluarga menyetujui jika dirinya mengajarkan kedua agama tersebut kepada anak-anak muridnya.

"Para guru di sekolah dan keluarga menyetujui. Aku telah mengajarkan mereka semua sejak bertahun-tahun yang lalu tanpa penolakan," ujar Ayaad.

Ayaad pun juga merasa sedih dan prihatin atas kekerasan sektarian yang mengatasnamakan agama di Mesir akhir-akhir ini. Menurutnya, umat Islam dan Kristen sudah lama hidup dengan berdampingan di Mesir. Konflik yang memecah belah kedua umat agama itu disebutnya sebagai hal jahat yang muncul tiba-tiba di antara keduanya.

"Kami tidak pernah melabel satu sama lain itu sebagai Muslim atau Kristen. Kita semua adalah satu dan tidak ada perbedaan," tegasnya.

Kisah Ayaad jadi perhatian. Banyak orang menyebarkan cerita inspiratifnya. Berbagai media mainstream internasional juga sudah meliput kisah hidupnya

sumber: BBC via detik.com
loading...