Kepala Sekolah Negeri Peranap Riau Sebut Siswa Kristen Tak Pantas Baca Pembukaan UUD 1945

Islamnesia.com, Pekanbaru - Seorang Kepala Sekolah Kepala Sekolah SMP Negeri 4 Desa Katipo Jaya - Peranap, Kecamatan Peranap, Kebupaten Indragiri Hulu Pekanbaru, Riau menyatakan bahwa siswa Kristen tak pantas menjadi petugas pembaca Pembukaan UUD 1945.

Pasalnya dalam Pembukaan UUD 1945 terdapat kata "Allah" yang merupakan Tuhan umat Islam sehingga pembaca Pembukaan UUD 1945 harus siswa beragama Islam.

Seorang guru yang enggan disebut namanya mengaku tidak terima perkataan Kepala Sekolah yang baru-baru ini karena keputusan tersebut merupakan bentuk diskrimasi bagi siswa sekolah.

"Saya merasa tersinggung apa kata Kepala Sekolah melontarkan pernyataan yang tak pantas, ini sudah dikriminasi. Siswa Kristen katanya tak pantas bertugas sebagai pembaca Pembukaan UUD' 45 kalau upacara bendera" katanya.

Baca Juga


Wartawan yang melakukan klarifikasi pada Senin (28/11) kepada An Harianto, SPd selaku kepala sekolah SMP Negeri 4 Katipo Jaya, Peranap, mengakui apa yang dikatakan guru tersebut memang benar.

"Saya memang benar mengatakan siswa Kristen tak pantas pembaca Pembukaan UUD 1945, sebab dalam alenia ketiga ada kata "Allah" yang menurut saya jikalau orang Krsiten mengucapkan sepertinya janggal, dan bisa jadi bahan tertawaan," kata An Harianto.

Ia menyatakan “Dengan Rahmat Allah”, itu harus dibaca dengan Allah (Alloh), kalau Kristen kan Allah dibaca (Allah). Jadi yang pantas jadi pembaca Pembukaan UUD 1945 itu adalah Islam dan Siswa Kristen tidak pantas membacanya," katanya. Allah yang dibaca “Alloh” merupakan Tuhan umat Islam.

Menurut An Harianto, isi alinea ketiga Pembukaan UUD 1945 menjadi polemik dan siswa Kristen tidak pantas menjadi pembaca Pembukaan UUD 1945.

“Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur, supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya."
Sumber: http://harianriau.co/news/detail/6510/siswa-kristen-di-inhu-disebut-tak-pantas-baca-pembukaan-uud-1945
loading...